Cara Migrasi Website WordPress ke Host Manapun Tanpa Khawatir Error

Ketika pertama kali memutuskan untuk membuat situs WordPress, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan. Anda perlu membuat akun hosting, membeli nama domain, menginstal WordPress, dan mengatur konfigurasi situs Anda.

Lalu, setelah setahun berlalu situs anda berjalan dengan baik, Anda menerima surat yang mengingatkan Anda untuk memperbarui akun hosting Anda. Biasanya ada satu masalah: biaya perpanjangan jauh lebih tinggi daripada mendaftar untuk akun baru, dan anda ingin berhemat. Kalau sudah begini, Satu-satunya solusi untuk masalah ini adalah migrasi hosting situs anda ke penyedia hosting murah namun tetap berkualitas.

Migrasi Situs WordPress

Ilustrasi Migrasi

Migrasi situs WordPress bisa menjadi proses yang berat, terutama jika Anda baru mengenal WordPress. Mengelola situs yang mencakup tugas rutin seperti menambahkan konten, mengkustomasi situs Anda, melakukan backup sangatlah berbeda memindahkan situs WordPress.

Yang membuat migrasi WordPress menjadi tugas yang rumit, adalah fakta bahwa kemungkinan terjadinya beberapa masalah/error selama proses berlangsung. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk backup situs sebelum migrasi. Situs ini juga perlu terus dipantau dalam prosesnya.

Cara memindahkan situs WordPress anda

Ada beberapa faktor yang dapat membantu menentukan pengalaman migrasi Anda:

  • Pengetahuan seputar migrasi
  • Usaha yang dibutuhkan
  • Waktu yang digunakan
  • Efisiensi (atau keakuratan)

Berdasarkan faktor-faktor ini, anda dapat memilih migrasi WordPress dengan 2 cara:

  • 1) Migrasi WordPress secara manual
  • 2) Migrasi WordPress menggunakan plugin seperti Migrate Guru .

Setiap proses memiliki kelebihan dan kekurangan, tapi perbandingannya tergantung seberapa penting faktor-faktor diatas bagi anda.

Migrasi situs WordPress secara manual

Untuk melakukan migrasi situs WordPress secara manual, Anda perlu melakukan langkah-langkah berikut (dijelaskan di codex WordPress):

1. Backup situs secara menyeluruh

Anda bisa melakukan ini secara manual, atau menggunakan tool, seperti plugin backup WordPress, BlogVault . Situs WordPress terdiri dari 2 bagian utama: file, dan database.


Kedua bagian ini sama pentingnya dan harus di-backup sebelum Anda memindahkan situs WordPress Anda. Untuk membackup situs, Anda perlu meng-copy file lewat FTP, dan database, diimpor melalui phpMyAdmin.

2. Backup database
Setelah file Anda aman di komputer, Anda harus mengekspor database WordPress. Dan juga memerlukan akses ke cPanels.

  1. Log in ke cPanel Anda
  2. Cari dan klik bagian Databases
  3. Buka phpMyAdmin
  4. Pilih tab Export
  5. Pilih metode
  6. Pilih format
  7. Klik tombol Go untuk menyimpan database di komputer Anda

3. Buat database baru di hosting baru

Untuk memindahkan situs Anda ke hosting baru, Anda harus membuat database baru pada layanan hosting yang akan Anda gunakan. Ini juga berarti membuat user MySQL baru dengan password yang aman.

  1. Buka cPanel di hosting baru
  2. Arahkan ke MySQL Database
  3. Buat database baru
  4. Buat user MySQL baru
  5. Tambahkan akun user baru ke database yang baru dibuat dengan semua privileges yang dipilih
  6. Copy nama database, username, dan password

Catatan: Setelah selesai, simpan nama database, nama user MySQL baru dan kata sandinya
dengan aman.

4. Edit file wp-config.php untuk menyesuaikan dengan database baru

Anda harus mengubah nama, username, dan password database.

  1. Buka folder WordPress yang telah Anda backup sebelumnya.
  2. Salin/copy file wp-config.php untuk berjaga-jaga jika ada error
  3. Buka file wp-config.php dan cari kode berikut:
    define('DB_NAME', 'your_database_name');
    /*The MySQL database username */
    define('DB_USER', 'your_user_name');
    /*The MySQL database password */
    define('DB_PASSWORD', 'your_password');
  4. Ubah nama database, username, dan password sesuai database yang baru
  5. Simpan Perubahan

5. Lakukan backup lain

Pastikan backup ini tidak menimpa backup sebelumnya. Backup ini harus berisi semua perubahan baru yang dibuat pada database. Ikuti langkah yang sama seperti yang disebutkan di Langkah 1

6. Mengimpor backup pada hosting baru
Selanjutnya, Anda harus memindahkan file dan database ke hosting baru melalui FTP dan phpMyAdmin. Ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Login ke akun FTP anda
  2. Temukan folder WordPress atau public_html
  3. Upload seluruh folder WordPress dari komputer Anda

7. Backlink situs anda ke domain baru

Bila Anda pindah domain juga dan memiliki Backlick di situs Anda, kemungkinan link-link tersebut akan terputus saat anda memindahkannya ke domain baru. Inilah sebabnya mengapa penting untuk memperbarui link agar mengarah ke domain baru. Anda bisa melakukan ini secara manual, atau menggunakan plugin seperti Better Search and Replace atau Search and Replace.

8. Update (atau repoint) DNS anda
Anda harus memperbarui pengaturan DNS Anda sehingga akan mengarah ke server baru, bukan yang lama. Untuk hal ini anda bisa meminta bantuan pada pihak registrar domain Anda.

Kelebihan dan Kekurangan dari migrasi WordPress manual

Kelebihan:

  • Lebih baik jika Anda telah mengenal WordPress
  • Gratis
  • Memberikan kontrol lebih

Kontra:

  • Lebih banyak waktu yang dibutuhkan
  • Membutuhkan pekerjaan manual
  • Bisa memusingkan bagi yang masih awam
  • Anda harus sangat berhati-hati dalam setiap prosesnya

Inilah mengapa ada alternatif layanan migrasi yang disediakan oleh pihak hosting, dan plugin migrasi WordPress.

Migrasi situs WordPress menggunakan Migrate Guru

Plugin migrasi adalah alat yang dapat menyederhanakan proses migrasi manual. Ada beberapa plugin migrasi yang tersedia di repositori WordPress. Namun prosesnya tidak jauh berbeda, semuanya melakukan prinsip dasar untuk melakukan backup, memindahkannya ke lokasi baru, dan secara otomatis menawarkan Find and Replace agar URL dapat ditulis ulang.


Sebagai contoh, kami akan memperlihatkan anda proses migrasi situs WordPress dengan Migrate Guru, plugin migrasi WordPress yang bagus untuk migrasi situs WordPress skala besar.

Kelebihan:

  • Gratis
  • Meminimalisir pekerjaan manual

Kekurangan:

  • Membutuhkan sedikit waktu

Syarat-syarat sebelum menggunakan Migrate Guru

  1. Akun hosting dan domain baru memiliki mendukung wordpress dan mengetahui direktori dimana Anda menginstal WordPress (Anda pasti sudah memilih ini saat Anda membuat domain di akun hosting baru Anda)
  2. Plugin Migrate Guru WordPress terinstal di situs yang ingin Anda pindahkan sebelum migrasi.
  3. Instal dan aktifkan plugin Migrate Guru di situs yang ingin Anda pindahkan. Anda bisa melakukan ini dengan masuk ke situs yang ingin Anda pindahkan (situs sumber), navigasikan ke ‘Plugins’ dan klik ‘Add new’. Ketik ‘Migrate Guru’ di bar penelusuran, dan klik ‘Install Now’. Setelah terinstall, aktifkan plugin

Menggunakan Migrate Guru
Langkah 1: Pilih host yang ingin Anda pindahkan, via Migrate Guru

  • Apabila host yang anda inginkan ada di daftar host Migrate Guru, pilih salah satunya
  • Jika host anda tidak terdapat dalam daftar, anda dapat memilih untuk memindahkan situs Anda melalui FTP atau cPanel, semua tergantung pada pilihan anda.

Jika Anda memilih FTP dan bukan host, inilah yang nantinya Anda lihat:
Anda akan ditanyai rincian berikut ini:

  • Alamat email: Alamat email yang akan menerima pemberitahuan mengenai migrasi Anda
  • URL situs tujuan: URL domain tempat Anda memindahkan situs Anda
  • Tipe FTP: Pastikan Anda mengetahui protokol yang digunakan host Anda – FTP, SFTP, atau FTPS. Jika Anda salah memasukkan protokol, Migrate Guru akan meminta Anda untuk mengubahnya.
  • Alamat Host / Server: Ini harus ada di akun cPanel hosting Anda.
  • Username dan Password FTP

Jika Anda memilih cPanel dan bukan host, ini adalah rincian yang akan ditanyakan kepada
Anda:

  • Alamat email: Alamat email yang akan menerima pemberitahuan mengenai migrasi Anda
  • URL situs tujuan: URL domain tempat Anda memindahkan situs Anda
  • cPanel Username dan password

catatan:
Jika situs Anda adalah HTTP Authenticated, klik ‘Advanced options’ dan masukkan username
dan password untuk sumber dan situs tujuan. Hal ini HANYA dilakukan jika situs yang
dipindahkan atau situs tujuannya adalah ‘https://’ dan bukan ‘http://’. Jika URL salah satu dari itu dimulai dengan ‘https://’, itu adalah HTTP Authenticated. Kredensial ini dapat dilihat dari
log server situs. Beberapa host situs web menawarkan aplikasi di cPanel yang memudahkan
pencarian log tersebut.

Langkah 2: Isi formulir, klik ‘Migrate’

  • Setelah Anda memiliki semua rincian yang dibutuhkan, isi formulir Migrate Guru, dan klik
    tombol ‘Migrate’.
  • Melakukan hal itu akan membawa Anda ke layar progress real-time, di mana Anda dapat
    melihat berapa banyak proses migrasi yang telah selesai, dan berapa banyak yang belum
    selesai.
  • Migrate Guru akan mengirimkan email pemberitahuan yang mengonfirmasi bahwa proses
    migrasi telah dimulai. Sementara itu, Anda juga akan dibawa ke screen yang menggambarkan
    progress real-time migrasi situs web Anda. Link yang sama juga bisa ditemukan di
    notifikasi email.
  • Setelah proses migrasi selesai, Anda akan menerima email lain dari Migrate Guru yang
    memberitahukan tentang migrasi yang telah berhasil, dan link ke situs yang dimigrasikan.

Catatan: Setelah Anda memindahkan situs Anda

Setelah migrasi selesai, penting bagi Anda untuk me-repoint DNS situs Anda ke lokasi yang
baru (tujuan pindah). Dibutuhkan sekitar 4 jam untuk menyelesaikan ini.
Untuk sebagian besar akun hosting, Anda dapat mengedit pengaturan DNS Anda dari
cPanel, dengan varian ‘DNS settings’.

catatan:
Tautan ini akan membantu Anda dengan detail untuk Bluehost

Migrasi WordPress bisa menjadi pengalaman buruk terutama jika Anda baru mengenal proses migrasi atau tidak terbiasa dengan proses yang dibutuhkan. Namun, memiliki plugin migrasi WordPress seperti Migrate Guru dapat mengurangi waktu dan usaha yang diperlukan untuk memindahkan situs Anda tanpa adanya downtime.

8 Comments

  1. Nice artikel dan sangat membantu

  2. Thanks stah ^_^

  3. bermanfaat sekali mas artikelnya, terima kasih

  4. Ini yang sedang saya cari

  5. Thanks

  6. Terlambat sebenanrya membaca artikel ini, dulunya baca situs berbahasa Inggris, ..tapi sukses…
    Artikel-artikelnya menarik, bakalan sering jalan-jalan kesini..Salam kenal

  7. Kalau habis migrasi pas di klik page nya muncul not found kenapa ya? apa yg harus di edit?
    Terima kasih

Tinggalkan Balasan