Masukkan Email anda untuk berlangganan Devaradise. Gratis!

Apa itu Client-side dan Server-side Scripting?

Client-side scripting & Servier-side scripting

Dalam pemrograman web, Anda akan mengenal istilah Client-side dan Server-side Scripting. 2 istilah itu digunakan untuk mengelompokkan dimana kode atau bahasa pemrograman itu dijalankan, sisi client atau sisi server.

Jika diartikan secara bahasa, Client-side berarti sisi pengguna dan Server-side berarti sisi server/penyedia.

Client-side Scripting


Dalam web development, client-side berarti segala sesuatu yang dilakukan atau dijalankan di sisi pengguna (komputer pengguna)

Client-side Scripting adalah bahasa pemrograman web yang pengolahan datanya dilakukan oleh komputer pengguna/pengunjung. Jadi, ketika seseorang berkunjung ke sebuah web, komputernya akan mendownload data/script yang bersifat client-side di web tersebut.

Client-side script mempengaruhi berat-tidaknya loading sebuah website yang tergantung pada kecepatan loading & spesifikasi komputer serta koneksi internet penggunanya.

Client-side script meliputi kode-kode yang ditampilkan ketika anda mengklik kanan pada sebuah halaman web dan melihat sumber halaman (View Page Source). Contoh dari Client-side Script adalah HTML, CSS, JavaScript dan XML.

Server-side Scripting

Server-side Scripting adalah bahasa pemrograman web yang pengolahan datanya dilakukan oleh komputer server/penyedia. Jadi, setiap kali sebuah web dikunjungi, server akan mengirimkan data-data yang diminta dari database yang kemudian akan ditampilkan di web.

Server-side Script biasanya hanya ada pada web dinamis saja. Server-side Script memengaruhi berat-tidaknya loading sebuah website bergantung pada kecepatan & spesifikasi komputer server.

Kode-kode Server-side tidak bisa kita lihat karena sifatnya yang rahasia untuk Client. Contoh dari Server-side Script adalah PHP, ASP, ASP.Net, Java, dan masih banyak lagi.

28 thoughts on “Apa itu Client-side dan Server-side Scripting?

Tinggalkan Balasan