15 Tren Web Design & Development 2016 dan Tips Menyikapinya

2016 sudah menanti kurang lebih 2 minggu lagi. Teknologi informasi berkembang pesat dari tahun ke tahun. Begitupun dengan internet dan web development.

Sebagai seorang praktisi di dunia IT khususnya web development, kita tidak bisa menutup diri dari tren yang sedang meningkat. Kita harus mengikuti perkembangan yang ada. Jika tidak, maka karya dan pekerjaan kita tidak relevan lagi dengan permintaan pasar.

Web Design and Web Development Trends 2016

Maka dari itu, kita harus bisa memprediksi apa saja yang akan terjadi dan booming 1 sampai beberapa tahun kedepan. Dengan begitu kita bisa bersiap untuk menyesuaikan diri dengan tren yang terjadi.

Pada artikel kali ini, saya akan membahas perkiraan tren desain dan pengembangan website pada 2016 dan beberapa tahun kedepannya berdasarkan berbagai referensi dan arah tren saat ini.

Tren Pemrograman Web 2016

1. Javascript terus berkembang

Trend Pemrograman Web

Javascript merupakan bahasa pemrograman paling populer dan paling banyak dipakai developer web saat ini. Fungsi dasarnya adalah untuk membuat sebuah website menjadi lebih interaktif. Pada perkembangannya, saat ini javascript juga bisa digunakan sebagai bahasa server-side untuk mengolah data di server, dengan Node.js misalnya.

Adanya library dan plugin javascript seperti jquery, angularJS dan sebagainya menambah popularitas javascript. Membuat situs yang interaktif menjadi sangat mudah. Saat ini, bahkan hampir tidak ada website yang tidak menggunakan javascript dalam pembuatannya.

2. Node.js berkembang menyaingi php

Node.js

Node.js adalah sebuah platform web yang memungkinkan kita membuat aplikasi input-output data dari server dengan menggunakan Javascript. Node.js adalah sebuah gebrakan baru yang menepis pernyataan bahwa javascript hanyalah bahasa client-side.

Karena menggunakan javascript inilah, Node.js berkembang pesat karena penggunanya tidak lagi harus mempelajari struktur bahasanya. Setiap developer web sudah pasti menguasai -setidaknya mengenal- javascript karena javascript sudah ada sejak tahun 1995-an dan sudah biasa digunakan dalam website apapun.

Beberapa tahun kedepan, tidak hanya php saja yang populer, Node.js akan menjadi alternatif dan saingan yang mungkin akan mengalahkan php.

3. Munculnya Aplikasi Mobile Berbasis Web

Sebenarnya, agak melenceng jika kita membahas aplikasi mobile. Tetapi, saat ini mobile programming tidak bisa lepas dari web programming. Saat ini, mulai bermunculan platform dan framework yang memungkinkan kita membuat aplikasi mobile menggunakan HTML5 dan javascript, seperti Ionic Framework.

Hal ini tentu menjadi fenomena yang menggambarkan pesatnya perkembangan web development belakang ini. Web Based Mobile Apps -bahasa kerennya- akan menjadi pasar baru dalam aplikasi web.

4. Ajax Akan terus berkembang

Tingginya penggunaan javascript, dengan berbagai library-nya tentu menyebabkan website bergaya ajax (Asynchronous Javascript and XML) juga berkembang.

Sebenarnya, ajax hanyalah salah satu fungsi dari sekian banyak fungsi javascript. Namun, kegunaannya untuk membuat website yang mencegah loading halaman saat terjadi pengolahan data sangat berguna untuk keinteraktifan sebuah website.

5. PHP Native mulai ditinggalkan

Saya tidak mengatakan bahwa PHP akan ditinggalkan. PHP akan tetap merajai web development beberapa tahun kedepan, tetapi tidak dalam bentuk native.

Bermunculannya berbagai framework seperti CodeIgniter, YII, Laravel serta CMS seperti WordPress dan Joomla membuat penggunaan PHP native dianggap tidak efektif. Jadi, setidaknya kuasailah minimal 1  framework atau CMS, jika karir developer anda ingin maju.

6. WordPress Mendominasi Web sebagai CMS

Yap, WordPress adalah CMS nomor 1 di dunia. Menurut W3Techs (http://w3techs.com/technologies/details/cm-wordpress/all/all), WordPress digunakan oleh hampir 60% website CMS, atau sekitar 25% dari semua website di dunia, dan itu terus berkembang.

Dengan tingkat kustomisasi dan fleksibilitasnya yang tinggi, wordpress menjadi CMS favorit yang bisa digunakan oleh orang awam sebagai admin website, maupun orang professional sebagai developer.

Banyaknya plugin dan tema gratis yang dikirim oleh para developer juga membuat wordpress lebih popular dan disukai karena kelengkapannya.

Tren Web Design 2016

7. Wajah baru Flat Design

Flat and Material Design

Sudah sekitar 2 – 3 tahun belakangan ini, flat design telah mendominasi gaya situs-situs modern. Pada 2016 mendatang, diperkirakan tidak ada perubahan yang drastis dari tren flat design. Tetapi, kedepannya flat design akan lebih bervariasi karena divariasikan dengan material design, minimalist, dan gaya lainnya.

Pada intinya, flat design akan terus berkembang dengan kolaborasinya dengan berbagai gaya. Bisa jadi, hal ini akan melahirkan gaya design baru yang lebih elegan.

8. Responsive dan Mobile-first Responsive

Responsive Mobile Friendly

Bagaimanapun, responsive dan mobile-friendly website akan terus berkembang. Bahkan mungkin akan menjadi sebuah syarat wajib pengembangan sebuah website. Hal ini disebabkan karena meningkatnya penggunaan smartphone dan beralihnya pengguna desktop ke mobile beberapa tahun belakangan ini.

Disamping itu, pengembangan website mobile-first responsive design juga akan meningkat. Intinya, perubahan dari desktop ke mobile sedang terjadi, dan mungkin akan ada masa dimana fungsi sebuah web beralih menjadi aplikasi mobile.

9. Dominasi Parallax Design dengan Interaktivitas yang tinggi

Walaupun peralihan desktop ke mobile sedang berkembang, namun highly interactive parallax design -yang mana sulit diimplementasikan pada mobile- akan terus berkembang.

Adanya HTML5, CSS3 dan berbagai plugin jquery/javascript menjadi faktor utama perkembangan gaya design ini. Namun, parallax design hanya akan terus berkembang pesat pada jenis website tertentu saja, seperti landing page, portfolio, dan website sejenis yang memungkinkan berjalan dalam sedikit halaman.

Selain itu, situs dengan interativitas yang tinggi juga akan menyebabkan penurunan penggunaan konten grafik, seperti infografik. Hal ini karena fungsinya bisa digantikan dan dibuat lebih baik dengan adanya interaksi konten dengan pengguna.

10. Penggunaan Gambar dan Video Berukuran Besar dan Dominan

Sejak dulu, gambar dan video memang sudah digunakan dalam web. Hanya saja kapasitasnya berbeda dengan sekaran dan beberapa tahun kedepan.

Website dengan background gambar besar atau video, sudah banyak bermunculan. Biasanya penggunaan gambar dan video ini juga ada pada parallax design. Jadi jangan heran jika penggunaan gambar dan video ini (terutama untuk background) sering anda temukan dalam parallax Website.

11. Tipografi Lebih Flexible dan Beragam

Dari segi tipografi, font yang akan digunakan dalam sebuah web akan lebih beragam dan fleksibel, tidak seperti web-web sebelumnya. Jenis dan ukuran font yang digunakan juga akan lebih unik dan beragam.

Perkembangan dalam Tipografi ini sangat berperan penting pada estetika dan khas desain web modern.

Selain itu, penggunaan Tipografi pada desain web modern juga lebih menekankan pada user-experience dan readibility. Besarnya ukuran font, banyaknya penggunaan padding pada text, dan tingginya line-height merupakan salah satu penerapannya.

12. Keberagaman Desain UI elemen

Keberagaman elemen UI derngan berbagai gayanya akan terus bertambah. Munculnya Hamburger menu, sticky navigation, expanding search-bar merupakan hasil dari perkembangan sebelumnya dari elemen UI.

Fokus utama dari terciptanya elemen UI ini adalah untuk meningkatkan user-experience. Terlebih lagi, setelah boomingnya responsive, flat dan material design, UI elemen berkembang lebih pesat dari sebelumnya.

Tren dalam Metodologi Kerja

Selain dalam hal pemrograman dan desain, metodologi kerja dalam pembuatan sebuah aplikasi web juga mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini juga tentu wajib kita ikuti perkembangannya agar pola kerja kita relevan dengan orang lain.

13. Ketergantungan pada Framework dan Library

Framework dan CMS

Sekarang, pembuatan aplikasi dengan menggunakan bahasa native dinilai kurang efektif. Adanya berbagai library dan framework yang dibuat secara opensource membuat orang bisa lebih mudah dalam mengerjakan sebuah program.

Hal ini tentu lebih memudahkan dan mempercepat pembuatan sebuah aplikasi.

Ibarat membuat sebuah mobil, kita tidak perlu membuat ban, mesin, karoseri dan semuanya dari awal. Ambil saja bahan-bahan tersebut dari pabrik lain, kita tinggal merakitnya.

14. Kolaborasi

Saat ini, tugas seseorang dalam mengembangkan aplikasi lebih spesific. Kalau dulu hanya ada web developer (full-stack), sekarang ada backend-developer dan front-end developer.

Hal inilah yang menyebabkan cara kolaborasi yang baik menjadi sebuah kebutuhan.

Karena itu, mulailah untuk belajar kolaborasi dalam bekerja dengan menggunakan tools untuk kolab seperti Git. Kemampuan yang baik dalam bekerja tim tentu penting untuk jenjang karir anda dalam industri ini.

15. Efektifitas koding

Betapapun banyaknya CMS dan framework untuk membuat web, kita tidak bisa lepas dari koding.

Namun, seiring perkembangan zaman, penulisan koding untuk sebuah aplikasi menjadi lebih efektif (baca:sedikit).

Salah satu contoh berkembangangnya efektifitas dalam koding ini adalah adanya pre-processor untuk CSS, seperti Sass dan Less, yang mana membantu developer untuk menulis kode CSS lebih singkat.

Lalu,Bagaimana menyikapinya ?

Yap, kita tidak bisa tinggal diam ketika semuanya bergerak maju. Kita harus berkembang juga agar bisa relevan dengan tren di bidang pekerjaan kita. Dan inilah hal yang harus anda lakukan untuk menyikapinya.

1. Stay up to date

Artinya, anda harus memantau dan mengikuti perkembangan-perkembangan dalam web development. Membaca berita dan artikel dari situs-situs web development adalah cara yang tepat.

Setidaknya ikuti dan berlanggananlah dengan situs-situs tersebut, baik dalam maupun luar negeri.

Berlangganan dengan blog ini juga bisa menjadi pilihan yang bagus :p, hehe.

2. Jangan pernah berhenti belajar

Setelah anda tahu apa yang sedang tren dalam bidang anda, segeralah pelajari hal tersebut. Atau setidaknya, ketahui konsep dasarnya. Jika anda berniat untuk mendapatkan pekerjaan dalam hal baru tersebut, maka menguasainya adalah hal yang wajib.

Tidak harus semua yang ngetren, pilih salah satu yang benar-benar ingin anda kuasai. Setidaknya, dalam 1 tahun ada 1-2 hal baru yang anda pelajari.

Yaa, itulah resiko bekerja di bidang Teknologi Informasi. Perkembangannya sangat pesat. Anda tidak pernah diperbolehkan untuk berhenti belajar teknologi baru, karena setiap tahunnya pasti ada hal baru.

3. Perbaharui Terus Portfolio

Nah, jangan lupa juga untuk menunjukkan pada orang-orang atau calon client anda bahwa anda tidak ketinggalan zaman. Perbaharuilah portfolio kerja anda setiap ada hal baru yang anda kerjakan.

Bagaimanapun, anda tidak bisa hanya diam menunggu orang lain tahu apa yang anda kerjakan.

Itulah, 15 prediksi tren 2016 dan 3 tips bagaimana menyikapinya. Bagikan pada rekan kerja anda, sebagai sedekah informasi :). Jika anda memiliki pendapat lain, jangan sungkan untuk menuliskannnya pada komentar di bawah.

Semoga bermanfaat.

~Muhammad Syakirurohman~

8 Comments

  1. Wuih mas.

    Saya baru lihat sebagian dan bisa tahu blog mas ini dari website Panduan IM.

    Kualitas konten mas jarang dimiliki oleh blogger indonesia. Mantap mas 🙂 🙂

    Terus produksi konten konten berkaitan dengan desain tren ya mas. Karena tren desain web benar benar berubah di beberapa tahun belakangan ini. Mulai dari tampilan, hingga penggunaan warna.

    Karena terutama ada perubahan teknologi website juga diharuskan responsive. Kalau website website kita masih tidak responsive atau statis, jangan harap bisa dapat customer banyak dari media seperti smartphone atau tablet.

    Makanya, penting sekali mengikuti tren yang berkembang cepat ini.

    Saya cuma mau menambahkan itu mas.

    Makasi Banyak 🙂

    Salam,
    -Daniel

    • Terima kasih buat apresiasi dan komentar supernya hehe..

      Maklumlah saya nulis semua artikel disini berdasarkan pengalaman saya sendiri dan saya ga suka kalo nulis tanggung-tanggung.

      yang paling sering saya bahas disini sih biasanya tentang tutorial. kalo artikel gini jarang karena saya pikir lebih sulit dan harus mikir keras dulu hihi..

      Anyway, terima kasih untuk sarannya. Saya akan selalu nulis yang terbaik

  2. halo mas Syakir,

    isi kontennya bagus mas, saya sendiri sebagai frontend dev kurang lebih setuju dengan apa yang apa yang mas Syakir sebut.

    tapi ada yang “ganjel” menurut saya dengan isi konten yang menyinggung flat design. setauku dan sepengalaman ku, flat design itu gabisa disatukan dengan material design. gatau kalo dengan style yang lain, mungkin aja bisa.

    material design itu salahsatu core design nya adalah shadow, dan flat design ga punya itu. dan dari core design yg lainnya kaya warna, karakter bentuk dan lainnya, flat itu gabisa dipadupadankan dengan material design. so, material design isn’t the new flat design.

    mungkin itu komentar ane, semoga tidak menyimpang dari prinsip design yg ada. mohon dikoreksi kalo komentar saya salah.

    referensi:
    – flat design (http://www.awwwards.com/flat-design-an-in-depth-look.html)
    – material design (https://www.google.com/design/spec/material-design/introduction.html)

    semangat berbagi ilmunya mas Syakir 🙂

    best regards,
    Dian Gunawan

    • Terima kasih mas dian komentarnya..

      ngga apa-apa tiap orang punya pendapat masing-masing.. pernyataan saya tersebut juga bukan punya saya sendiri kok sebenernya itu dari artikel referensi tapi lupa artikelnya hehe..

      anyway.. terima kasih sudah menambahkan referensi juga.. artikel ini jadi lebih kaya 😀

      Salam kenal..

  3. You hit all my favorite talking points! Great post

  4. hahha.. peramal IT..
    dan hampir semuanya saya setuju dengan artikel mas.
    oiya..
    node.js bukan hanya saingan php, tapi melewatinya

  5. Sangat disarankan untuk setiap programmer untuk membandingkan bahasa pemrograman satu dengan bahasa pemrograman lainnya, karena semakin maju teknologi semakin dituntut pula programmer dapat mengikuti perkembangan teknologi.
    Artikelnya bermanfaat, anda dapat mengunjungi artikel menarik lainnya di http://pena.gunadarma.ac.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *